CC2005, ACM IS 2010, KKNI APTIKOM 2015
CC2005, ACM IS 2010, KKNI APTIKOM 2015
Nama : Yudha Ardi Firmansah
Nomor Induk Mahasiswa (NIM) : 1204200083
Program Studi : S1 Sistem Informasi
MEMBUAT RESUME 3 E-BOOK
A. Computing Curricula 2005 (CC2005)

Komputasi telah secara dramatis mempengaruhi kemajuan dalam sains, teknik, bisnis, dan banyak bidang usaha manusia lainnya. Di dunia saat ini, hampir semua orang perlu menggunakan komputer, dan banyak yang ingin belajar komputasi dalam beberapa bentuk.
Komputasi akan terus dilakukan untuk menghadirkan peluang karir yang menantang, dan mereka yang bekerja dalam komputasi akan memiliki peran penting dalam membentuk masa depan.
1. APA ITU KOMPUTASI?
Komputasi mencakup merancang sekaligus membangun sistem hardware dan software untuk berbagai tujuan seperti memproses, menyusun, mengelola berbagai jenis informasi, melakukan studi ilmiah menggunakan komputer, membuat sistem komputer berperilaku cerdas, membuat dan menggunakan komunikasi dan media hiburan, menemukan dan mengumpulkan informasi yang relevan dengan tujuan tertentu, dan sebagainya.
2. PERKEMBANGAN DISIPLIN KOMPUTASI

- Sebelum tahun 1990-an
Program gelar sarjana dalam disiplin ilmu komputasi mulai muncul pada tahun 1960-an. Awalnya, hanya ada tiga jenis program gelar antara lain ilmu komputer, teknik elektro, dan sistem informasi. Masing-masing dari ketiga disiplin ilmu ini memiliki domain tersendiri.
Sebelum tahun 1990-an, satu-satunya perubahan besar dalam lanskap ini adalah pengembangan rekayasa komputer. Sebelum penemuan mikroprosesor berbasis chip, rekayasa komputer adalah salah satu dari beberapa bidang spesialisasi dalam teknik elektro.
- Perkembangan Signifikan tahun 1990-an
Rekayasa komputer terlepas dari teknik elektro selama akhir 1970-an dan 1980-an, tetapi tidak sampai tahun 1990-an chip komputer menjadi komponen dasar sebagian besar jenis perangkat listrik dan mekanik.
Pada tahun 1990-an, ilmu komputer telah mengembangkan badan penelitian, pengetahuan, dan inovasi yang cukup besar yang membentangkan kisaran dari teori ke praktik, dan kontroversi tentang legitimasinya mati.
Rekayasa perangkat lunak telah muncul sebagai area dalam ilmu komputer. Karena komputasi digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah kompleks yang lebih luas, menciptakan perangkat lunak yang andal menjadi lebih sulit. Seiring waktu, menjadi jelas bahwa memproduksi perangkat lunak yang baik sangat sulit, sangat mahal, dan sangat diperlukan.
Sistem informasi harus menghadapi tantangan yang semakin luas. Masalah pengelolaan informasi menjadi sangat kompleks, dan tantangan memanfaatkan informasi dan teknologi dengan benar untuk mendukung efisiensi dan efektivitas organisasi menjadi masalah penting.
Program teknologi informasi mulai bermunculan pada akhir 1990-an. Selama tahun 1990-an, komputer menjadi alat kerja penting di sebagian besar organisasi, dan sistem komputer berjaringan menjadi tulang punggung informasi organisasi.
- Setelah tahun 1990-an
Pada tahun 1990-an menyajikan berbagai pilihan seperti ilmu komputer, rekayasa perangkat lunak, dan teknik komputer yang masing-masing memiliki perspektif sendiri pada pengembangan perangkat lunak.
Ketiga pilihan ini menyiratkan perbedaan nyata :
- Computer Engineering (CE): perangkat lunak lebih difokuskan pada perangkat keras.
- Software Engineering (SE): penekanannya terdapat pada pembuatan perangkat lunak yang memenuhi persyaratan dunia nyata yang kuat.
- Computer Science (CS): perangkat lunak adalah mata uang dimana ide-ide diungkapkan dan berbagai masalah pada aplikasi komputasi dan dieksplorasi.
Demikian pula, di dunia pra-1990-an, area utama untuk menerapkan komputasi untuk memecahkan masalah dunia nyata adalah dalam bisnis. Ruang lingkup penggunaan dunia nyata telah diperluas dari bisnis ke organisasi, dan sistem informasi sekaligus teknologi informasi merupakan wadah kepentingan tersebut.
3. DESKRIPSI DISIPLIN KOMPUTASI UTAMA
- Teknik Komputer

Computer Engineering (Teknik Komputer) adalah disiplin ilmu yang mempelajari perancangan dan pembuatan komputer dan sistem-sistem berbasis komputer, mencakup hardware, software, komunikasi dan interaksi antara hardware dan software.
Kurikulum program studi Teknik Komputer menekankan pada teori, prinsip-prinsip, dan praktek konsep-konsep trasional Teknik Elektro dan Matematika dan menerapkannya pada permasalahan perancangan komputer dan peralatan berbasis komputer.
- Ilmu Komputer

Computer Science (Ilmu Komputer) adalah disiplin ilmu yang mempelajari teori & algoritma mencakup:
- Perancangan dan implementasi perangkat lunak (software).
- Pembuatan teknologi-teknologi untuk lebih memanfaatkan komputer, seperti World Web Web, robot cerdas, dan analisis DNA manusia.
- Pengembangan metode-metode efektif pemecahan permasalahan computing.
- Sistem Informasi

Information Systems (Sistem Informasi) adalah disiplin ilmu yang fokus pada bagaimana mengintegrasikan solusi-solusi Teknologi Informasi dengan proses-proses bisnis agar mampu memenuhi kebutuhan dan tujuan-tujuan bisnis dan organisasi dengan lebih efektif dan efisien.
Disiplin ilmu Sistem Informasi lebih menekankan Teknologi Informasi pada aspek informasi dan mengkaji teknologi sebagai alat mengumpulkan, memproses, dan mendistribusikan informasi.
- Teknologi Informasi

Information Technology (Teknologi Informasi) adalah disiplin ilmu yang mempelajari solusi-solusi teknologi komputer bagi organisasi bisnis, pemerintah, kesehatan, sekolah, dan organisasi lainnya.
Spesialis TI bertanggung jawab untuk menginfeksi produk hardware dan software yang sesuai untuk organisasi, mengintegrasikan produk tersebut dengan kebutuhan dan infrastruktur organisasi, serta menginstal, menyesuaikan, dan memelihara aplikasi tersebut untuk pengguna komputer organisasi.
- Rekayasa Perangkat Lunak

Software Engineering (Rekayasa Perangkat Lunak) adalah disiplin ilmu yang mempelajari fokus pada pengembangan dan perawatan sistem-sistem software agar bekerja secara reliable dan efisien, terjangkau secara biaya untuk dikembangkan dan dirawat, dan memenuhi kebutuhan penggunanya.
Tujuan utamanya adalah untuk mengembangkan model sistematis dan teknik yang handal untuk memproduksi software berkualitas tinggi tepat waktu dan dalam anggaran.
4. PROGRAM GELAR DAN PERSYARATAN KARIR
Dalam dokumen ini ACM, IEEE, dan AIS melakukan kajian bobot pada mata kuliah yang harus diajarkan pada displin ilmu komputasi.
Mata kuliah disini dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu mata kuliah computing dan mata kuliah non-computing. Analisa disajikan dalam bentuk dengan skala 0 (rendah atau tidak perlu) hingga 5 (tertinggi atau sangat penting).
- Bobot perbandingan topik komputasi di lima jenis program gelar

- Bobot perbandingan topik non-komputasi di lima jenis program gelar

B. Association of Computing Machinery (ACM) IS 2010

IS 2010 adalah serangkaian kurikulum model terbaru untuk gelar sarjana Sistem Informasi. Hal ini disusun di atas fondasi yang dibentuk oleh pekerjaan sebelumnya, tetapi ini juga merupakan revisi yang besar dari kurikulum dan menggabungkan beberapa karakteristik baru yang signifikan.
IS 2010 merupakan upaya kolaboratif ketiga oleh Association for Computing Machinery (ACM) dan Association Information Systems (AIS). Kedua organisasi memiliki keanggotaan di seluruh dunia, dan oleh karena itu, IS 2010 mencakup elemen yang membuatnya lebih mudah beradaptasi secara universal daripada pendahulunya. IS 2010 tidak secara langsung terkait dengan struktur gelar di lingkungan tertentu, tetapi memberikan panduan mengenai konten inti kurikulum yang harus ada di mana-mana dan saran mengenai kemungkinan pilihan dan trek karir berdasarkan itu.
1. PENGGUNAAN LAPORAN KURIKULUM IS 2010
Laporan model kurikulum sarjana Sistem Informasi (IS) memiliki beberapa kelas pengguna yang dimaksud memiliki andil dalam pencapaian program gelar IS berkualitas:
- Eksekutif Akademik yang melaporkan atas Program Sistem Informasi
- Kepala Akademik yang bertanggung jawab atas Program Sistem Informasi
- Badan Akreditasi yang mengakreditasi Program Sistem Informasi dan kepentingan lain di penilaian program
- Fakultas Sistem Informasi
- Fakultas Non-Sistem Informasi
- Praktisi Sistem Informasi
- Mahasiswa Sistem Informasi
- Pemangku Kepentingan lainnya
2. MODEL KURIKULUM SISTEM INFORMASI
Pedoman Kurikulum IS 2010 untuk Program Gelar Sarjana Sistem Informasi adalah laporan terbaru tentang model kurikulum di bidang Sistem Informasi. Dokumen ini menyajikan bagian yang sepenuhnya baru dan diperluas secara signifikan tentang harapan hasil untuk lulusan Sistem Informasi. Hal ini diikuti dengan presentasi singkat arsitektur kurikulum, sumber daya yang diperlukan untuk program gelar IS, dan kursus yang dibagikan dengan disiplin ilmu komputasi lainnya. Akhirnya, laporan diakhiri dengan memberikan deskripsi kursus tingkat tinggi dari kurikulum model IS 2010 dan lampiran untuk referensi.
3. MEMBIMBING ASUMSI TENTANG PROFESI SISTEM INFORMASI
Dalam konsep peran sistem informasi di masa depan dan persyaratan untuk kurikulum IS, beberapa elemen penting tetap dan karakteristik disiplin. Karakteristik ini berevolusi menjafi empat bidang utama profesi IS dan oleh karena itu harus diintegrasikan ke dalam kurikulum IS apa pun:
- Profesional IS ada di berbagai domain, termasuk bisnis, perawatan kesehatan, pemerintah, dan organisasi nirlaba.
- Profesional IS harus memiliki keterampilan berpikir analitis dan kritis yang kuat untuk berkembang di lingkungan global yang kompetitif.
- Profesional IS harus menunjukkan prinsip-prinsip etika yang kuat dan memiliki komunikasi interpersonal yang baik dan keterampilan tim.
- Profesional IS harus merancang dan mengimplementasi solusi teknologi informasi yang meningkatkan kinerja organisasi.
4. ELEMEN KUNCI REVISI KURIKULUM INI
Lanskap Sistem Informasi telah berubah secara signifikan selama beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, fondasi kurikulum harus dievaluasi. Ada empat elemen kunci dari revisi ini:

- Menjangkau di luar sekolah bisnis.
- Merevisi harapan hasil untuk lulusan IS dan mengusulkan perubahan berikutnya pada topik kurikulum.
- Mengevaluasi asumsi yang mendasari struktur kurikulum dan memodifikasinya.
- Melibatkan komunitas IS global.
Implementasi Elemen Kunci
Gugus tugas mengusulkan struktur kursus yang inovatif untuk mengatasi kebutuhan konstituen global yang berbeda. Dengan demikian, kurikulum yang direvisi dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kebutuhan program apa pun di seluruh dunia dan juga merekomendasikan inti terstruktur yang akan menstandarkan pengetahuan dan keterampilan dasar untuk semua lulusan IS.
5. SISTEM INFORMASI SEBAGAI BIDANG STUDI AKADEMIK
Sistem Informasi sebagai bidang studi akademik dimulai pada tahun 1960-an, beberapa tahun setelah penggunaan komputer pertama untuk pemrosesan transaksi dan pelaporan oleh organisasi. Dengan cara yang sama bahwa perguruan tinggi memiliki program gelar yang mencerminkan fungsi organisasi penting, seperti manajemen sumber daya keuangan, manajemen sumber daya pemasaran, dan manajemen sumber daya manusia, program gelar yang muncul untuk manajemen teknologi informasi dan sumber daya informasi.
Nama yang berbeda untuk Bidang Akademik Sistem Informasi
Nama-nama jurusan terkait komputer yang ditawarkan di lembaga sarjana yang diakreditasi oleh Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB) di Amerika Serikat, misalnya, diwakili oleh istilah-istilah berikut) :
- Sistem Informasi Manajemen, mewakili 41% program
- Sistem Informasi, mewakili 21% program
- Sistem Informasi Komputer, mewakili 18% program
Sisanya, 21% program dikenal dengan nama-nama seperti :
- Manajemen Informasi
- Manajemen Sistem Informasi
- [Bisnis] Sistem Informasi
- [Bisnis] Sistem Komputer
- [Bisnis] Sistem Informasi Komputer
- [Bisnis] Manajemen Teknologi Informasi
- [Bisnis] Informatika
- Manajemen Sumber Daya Informasi
- Teknologi Informasi
- Sistem Teknologi Informasi
- Manajemen Sumber Daya Teknologi Informasi
- Sistem Informasi Akuntansi
- Ilmu Informasi
- Informasi dan Ilmu Kuantitatif
Kemampuan IS tingkat tinggi
Kurikulum baru akan didasarkan pada serangkaian harapan hasil gelar yang direvisi secara signifikan, yaitu harapan mengenai kemampuan kelulusan siswa IS ketika memasuki tenaga kerja penuh waktu.
- Meningkatkan Proses Organisasi
- Mengeksploitasi Peluang yang diciptakan oleh Inovasi Teknologi
- Memahami dan Mengatasi Persyaratan Informasi
- Merancang dan Mengelolah Arsitektur Perusahaan
- Mengidentifikasi dan Mengevaluasi Solusi dan Sumber Alternatif
- Mengamankan Data dan Infrastruktur
- Memahami, Mengelola, dan Mengendalikan Risiko IT
Sistem Informasi Pengetahuan dan Keterampilan Khusus
Sistem Informasi pengetahuan dan keterampilan khusus dibagi menjadi empat kategori utama (dan sub kategori), sebagai berikut :
- Mengidentifikasi dan merancang peluang untuk peningkatan organisasi yang mendukung IT.
- Menganalisa trade-off.
- Merancang dan mengimplementasikan solusi sistem informasi.
- Mengelola operasi teknologi informasi yang sedang berlangsung.
6. ARSITEKTUR KURIKULUM SISTEM INFORMASI
Secara arsitektur, IS 2010 cukup berbeda dengan pendahulunya. IS 2002 sebagian besar diselenggarakan di sekitar konsep kursus, dan hanya terdiri dari sepuluh kursus tanpa peluang untuk memvariasikan kurikulum tergantung pada persyaratan lokal atau faktor kontekstual lainnya.
- Arsitektur Kurikulum yang Diusulkan

- Model Arsitektur Kurikulum yang Disederhanakan

- Struktur Model Kurikulum IS 2010

C. Standar Baku Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) APTIKOM 2015

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) adalah kerangka penjenjangan kualifikasi dan kompetensi tenaga kerja Indonesia yang menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan sektor pendidikan dengan sektor pelatihan dan pengalaman kerja dalam suatu skema pengakuan kemampuan kerja yang disesuaikan dengan struktur di berbagai sektor pekerjaan.

KKNI menyediakan 9 (sembilan) jenjang kualifikasi, dimulai dari kualifikasi jenjang 1 sebagai kualifikasi terendah sampai dengan kualifikasi jenjang 9 sebagai kualifikasi tertinggi. Penetapan jenjang kualifikasi 1 sampai 9 dilakukan melalui pemetaan komprehensif kondisi ketenagakerjaan di Indonesia ditinjau dari kebutuhan penghasil (supply push) maupun pengguna (demand pull) tenaga kerja.
KKNI menjadi acuan dalam pengemasan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) ke dalam tingkat atau jenjang kualifikasi. Pengemasan SKKNI ke dalam jenjang kualifikasi KKNI sangat penting untuk keperluan penyandingan maupun penyetaraan kualifikasi dan atau rekognisi dengan tingkat pendidikan dan atau tingkat pekerjaan.
1. Best Practice Hasil Kajian APTIKOM
Selama lebih 25 (dua puluh lima) tahun, secara berkala APTIKOM melakukan pertemuan yang melibatkan berbagai pemangku-kepentingan di bidang ilmu informatika dan komputer untuk bertukar pikiran, melaksanakan studi/kajian untuk merumuskan bersama pemetaan kompetensi dan pengelompokan domain rumpun ilmu informatika dan komputer.
Berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam kajian antara lain :
- Asosiasi Industri Pengguna Lulusan
- Institusi Pemerintah (Regulator)
- Asosiasi Internasional
- Perguruan Tinggi Regional/Internasional
- Lembaga Terkait Lainnya
Kajian tersebut telah merumuskan bersama berbagai hal yang dapat dipergunakan sebagai bahan pengambilan keputusan lanjut best practices di Indonesia, di antaranya adalah:
- Jenis lapangan pekerjaan di bidang Informatika dan Komputer berdasarkan hasil penelitian dari Pemerintah Sri Lanka.
- Persatuan
Bangsa Bangsa (PBB) mengklasifikasikan Sumber Daya Manusia (SDM)
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi dua jenis, yaitu
- ICT-Worker atau ICT Professional adalah para pekerja atau individu yang menekuni hidupnya sebagai ahli bidang TIK, sehingga jenisnya akan sangat tergantung dari pengelompokan berdasarkan jenis pekerjaannya.
- ICT-Enabled Worker adalah para pengguna komputer sebagai alat untuk membantu melakukan aktivitas sehari-hari, mulai dari yang sederhana seperti mengetik, hingga untuk mengolah informasi yang kompleks dan rumit.
Dibutuhkan beberapa langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan kompetensi sumber daya manusia di bidang informatika dan komputer di antaranya adalah:
- Kontrol ketat atas kualitas pendidikan yang ada, dengan pengawasan yang ketat atas kurikulum pendidikan informatika dan komputer beserta pedagoginya.
- Membangun pusat sertifikasi keahlian nasional dan regional.
- Interaksi kontinu antara industri bidang ilmu informatika dan komputer, pemerintah, dan institusi pendidikan untuk membangun pengetahuan dan keahlian di bidang informatika dan komputer yang sesuai.
2. LITERASI Information and Communication Technology (ICT)
Literasi di bidang informatika dan komputer, yang dapat diartikan sebagai penggunaan teknologi digital, peralatan komunikasi, dan jaringan untuk mengakses, mengatur, mengintegrasikan, mengevaluasi, dan menciptakan informasi agar dapat berguna bagi masyarakat berbasiskan pengetahuan.
Literasi di bidang informatika dan komputer yang terdiri atas lima komponen, seperti:
- Akses: mengetahui tentang dan bagaimana untuk mengumpulkan atau melakukan temu kembali suatu informasi.
- Pengelolaan: membuat suatu skema/struktur organisasi yang ada berserta klasifikasinya.
- Integrasi: menerjemahkan dan menyajikan informasi. Melibatkan penyimpulan, perbandingan, dan contrasting.
- Evaluasi: melakukan penilaian atas kualitas, relevansi, kegunaan, dan efisiensi dari informasi.
- Penciptaan: menciptakan informasi dengan melakukan adaptasi, pelaksanaan, perancangan, penemuan, atau kepemilikan informasi.
Jenis keahlian (proficiency) yang saling terkait dalam pengembangan literasi di bidang informatika dan komputer, antara lain:

- Cognitive proficiency: merupakan keahlian mendasar yang diinginkan sehari-hari di sekolah, rumah, dan tempat bekerja.
- Technical proficiency: merupakan komponen mendasar dari literasi digital.
- ICT proficiency: merupakan integrasi dan aplikasi antara keahlian koginitf dan keahlian teknis.
3. Bidang Informatika dan Komputer dan Hubungannya
Berdasarkan berbagai penelitian terkait Information and Communication Technology for Development (ICTD), diperoleh suatu kesimpulan bahwa :
- Pengembangan kapasitas sumber daya manusia merupakan salah satu elemen penting untuk penggunaan ICTD secara efektif.
- Mengembangkan dan mempertahankan pengguna dan tenaga profesional bidang informatika dan komputer yang penting bagi pengembangan sosial-ekonomi yang berkelanjutan.
- Pembangunan kapasitas sumber daya manusia ICTD terdiri dari literasi bidang informatika dan komputer dan informatika dan komputer dalam pendidikan, untuk menentukan sekumpulan kompetensi inti yang dibutuhkan oleh pimpinan pemerintah, akademisi, peneliti, dan aktivis ICTD saat ini dan yang akan datang untuk memberdayakan potensi teknologi yang ada.

APTIKOM sebagai asosiasi pendidikan tinggi informatika dan komputer di seluruh Indonesia, telah melakukan pemetaan kompetensi lulusan dengan membaginya ke dalam 5 (lima) domain bidang ilmu, antara lain: computer engineering (sistem komputer/CE), computer science (informatika/ilmu komputer/CS), software engineering (rekayasa perangkat lunak/SE), information system (sistem informasi/IS), dan information technology (teknologi informasi/IT).
APTIKOM juga telah merumuskan suatu kerangka rumpun ilmu informatika (Computing Curriculum Framework) terbagi atas 3 (tiga) domain, yaitu:
- Domain pertama: terdiri dari kumpulan area pengetahuan untuk membangun 18 (delapan belas) dasar ilmu di bidang informatika dan komputer.
- Domain kedua: berisikan kumpulan 40 (empat puluh) area pengetahuan sesuai dengan bidang studi yang ingin ditekuni dengan model pembobotan yang berbeda-beda.
- Domain ketiga: berisikan kumpulan 9 (sembilan) area terkait dengan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik sebagai referensi komponen lokal yang adaptif.
4. DESKRIPTOR KKNI RUMPUN ILMU INFORMATIKA DAN KOMPUTER
Deskriptor KKNI terbagi menjadi 2 (tiga) bagian yaitu :
- Deskripsi Umum
Deskripsi Umum merupakan deskripsi kompetensi yang harus dipenuhi oleh setiap sumber daya manusia Indonesia sebagai implementasi sistem pendidikan nasional dan sistem pelatihan kerja yang dilakukan di Indonesia pada setiap jenjang kualifikasi pada KKNI, mencakup proses yang membangun karakter dan kepribadian sumber daya manusia Indonesia sesuai dengan ideologi Negara dan budaya Bangsa Indonesia.
- Deskripsi Spesifik
Deskripsi yang mendeskripsikan cakupan keilmuan (science), pengetahuan (knowledge), pemahaman (know-how), keterampilan (skill) yang dikuasai seseorang tergantung pada jenjangnya, yang terdiri dari 4 (empat) deskripsi utama yaitu:
- Keterampilan dalam menyelesaikan pekerjaan atau kompetensi,
- Cakupan keilmuan/pengetahuan yang dikuasai,
- Metoda dan tingkat kemampuan dalam mengaplikasikan keilmuan/pengetahuan yang telah dikuasai tersebut, serta
- Kemampuan manajerial.





