Perspektif Keuangan: Fokus pada kinerja keuangan perusahaan, seperti pertumbuhan laba, ROI (Return on Investment), cash flow, dan market share.
Perspektif Pelanggan: Fokus pada kinerja perusahaan dalam memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan, seperti kepuasan pelanggan, loyalitas, dan pangsa pasar.
Perspektif Proses Internal: Fokus pada kinerja perusahaan dalam mengoptimalkan proses internal untuk mencapai efisiensi, efektivitas, dan keunggulan kompetitif, seperti kualitas produk, produktivitas, dan waktu respon.
Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan: Fokus pada kinerja perusahaan dalam membangun kapasitas dan kemampuan sumber daya manusia, pengembangan teknologi dan inovasi, serta pemenuhan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Dengan menggunakan BSC, perusahaan dapat mengukur kinerjanya secara holistik dan seimbang dari keempat perspektif tersebut. Framework ini juga membantu perusahaan dalam mengintegrasikan strategi bisnis dengan operasi dan aktivitas sehari-hari.
Untuk mengimplementasikan BSC, perusahaan dapat mengikuti beberapa langkah, yaitu:
- Menentukan visi, misi, dan strategi bisnis perusahaan.
- Menetapkan indikator kinerja (Key Performance Indicators/KPIs) yang relevan untuk masing-masing perspektif BSC.
- Menetapkan target kinerja untuk setiap KPI.
- Memonitor dan mengevaluasi kinerja perusahaan secara berkala, serta melakukan tindakan perbaikan jika terdapat ketidaksesuaian antara kinerja aktual dan target.
BSC dapat diterapkan pada berbagai jenis perusahaan, baik yang berskala kecil maupun besar, dan dalam berbagai sektor industri. Selain itu, BSC juga dapat diintegrasikan dengan framework lain, seperti ISO 9001 dan ISO 14001, untuk mencapai tujuan bisnis yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Pengenalan COBIT 5 family sebagai
framework utama
COBIT 5 family merupakan salah satu framework utama dalam tata kelola dan pengelolaan TI. COBIT 5 (Control Objectives for Information and related Technology) adalah sebuah framework yang dikembangkan oleh ISACA (Information Systems Audit and Control Association) untuk membantu perusahaan dalam mengelola TI secara efektif dan efisien.
COBIT 5 family terdiri dari empat komponen utama, yaitu:
- COBIT 5 Framework: Merupakan komponen utama yang menggambarkan prinsip-prinsip dan konsep dasar COBIT 5, serta memberikan panduan dalam mengimplementasikan tata kelola TI yang baik.
- COBIT 5 Process Reference Model: Merupakan model referensi proses yang terdiri dari 37 proses dalam lima domain, yaitu Evaluasi, Perencanaan dan Organisasi, Akuisisi dan Implementasi, Pengoperasian, dan Monitor dan Evaluasi.
- COBIT 5 Implementation Guidance: Merupakan panduan praktis dalam mengimplementasikan COBIT 5 secara efektif.
- COBIT 5 Enablers: Merupakan faktor-faktor yang memungkinkan tercapainya tujuan bisnis perusahaan dengan bantuan TI, seperti manusia, proses, kebijakan, organisasi, infrastruktur, dan aplikasi.
COBIT 5 family membantu perusahaan dalam mengelola TI dengan memfokuskan pada pengendalian, nilai, dan risiko. COBIT 5 menawarkan sejumlah manfaat bagi perusahaan, antara lain:
- Mengurangi kompleksitas dan meningkatkan efektivitas biaya
- Meningkatkan kepuasan pengguna
- Meningkatkan integrasi keamanan informasi dalam perusahaan
- Menginformasikan risiko keputusan dan risk awareness
- Mengurangi dampak keamanan informasi
- Meningkatkan dukungan untuk inovasi dan daya saing
- Meningkatkan pengelolaan biaya yang berhubungan dengan fungsi keamanan informasi
COBIT 5 family dapat diimplementasikan pada berbagai jenis perusahaan, baik yang berskala kecil maupun besar, dan dalam berbagai sektor industri. Selain itu, COBIT 5 family juga dapat diintegrasikan dengan framework lain, seperti ITIL dan ISO 27001, untuk mencapai tujuan bisnis yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Model referensi proses COBIT 5 membagi praktik dan aktivitas yang berhubungan dengan IT ke dalam area utama dengan pembagian domain sebagai berikut:
- Evaluate, Direct, and Monitor (EDM) = Proses tata kelola berhubungan dengan tata kelola tujuan stakeholder (pengantaran nilai, optimasi risiko dan optimasi sumberdaya), serta termasuk di dalamnya praktik dan aktivitas yang bertujuan untuk mengevaluasi pilihan strategis, pengarahan menuju TI dan monitoring outcome (pengawasan terhadap hasil)
EDM Defined Process:
- EDM01 Ensure governance framework setting and maintenance
- EDM02 Ensure benefits delivery
- EDM03 Ensure risk optimasion
- EDM04 Ensure resource optimasion
- EDM05 Ensure stakeholder transparancey
- Align, Plan, and Organise (APO) = Domain ini meliputi strategi dan taktik, serta identifikasi bagaimana TI dapat berkontribusi terhadap pencapaian sasaran bisnis.
APO Defined Process:
- PO01 Manage The IT management Framework
- APO02 Manage Strategy
- APO03 Manage Enterprise architecture
- APO04 Manage innovation
- APO05 Manage portfolio
- APO06 Manage budget and costs
- APO07 Manage human resources
- APO08 Manage relationship
- APO09 Manage service agreement
- APO10 Manage suppliers
- APO11 Manage quality
- APO12 Manage risk
- APO13 Manage security
- Build, Acquire, and Implement (BAI) = Domain ini menggambarkan bagaimana
perubahan dan pemeliharaan dari sistem yang ada selaras dengan sasaran
bisnis.
BAI Defined Process:
- BAI01 Manage programmes and projects
- BAI02 Manage requirements and definitions
- BAI03 Manage solutions identification and build
- BAI04 Manage availability adn capacity
- BAI05 Manage organisational change enablement
- BAI06 Manage changes
- BAI07 Manage change acceptance and transitioning
- BAI08 Manage knowledge
- BAI09 Manage assets
- BAI10 Manage configuration
- Deliver, Service, and Support (DSS) = Domain ini mencakup penyampaian
hasil aktual dari layanan yang diminta, termasuk pengelolaan kelancaran
dan keamanan, dukungan layanan terhadap pengguna serta pengelolaan data
dan operasional fasilitas
DSS Defined Process:
- DSS01 Manage operations
- DSS02 Manage service requests and incidents
- DSS03 Manage problems
- DSS04 Manage continuity
- DSS05 Manage security services
- DSS06 Manage business process control
- Monitor, Evaluate, and Asses (MEA) = Domain ini terkait dengan kinerja
manajemen, kontrol internal, pemenuhan terhadap aturan serta menyediakan
tata kelola. Fungsi doman ini sendiri adalah untuk memastikan seluruh
proses TI dapat dikontrol secara periodik yang bermaksud untuk menjaga
kualitas dan pemenuhan kebutuhan pasar.
MEA Defined Process:
- MEA01 Monitor, evaluate and assess performance and conformance
- MEA02 Monitor, evaluate and assess the system of internal control
- MEA03 Monitor, evaluate and assess compliance with external requirements

COBIT 5 Framework didasari dengan prinsip yang ada antara lain:- Meeting Stakeholder Needs = Perusahaan ada untuk menciptakan value kepada seluruh stakeholdernya didasarkan pada pemeliharaan keseimbangan antara realisasi keuntungan dan optimalisasi risiko dan penggunaan sumber daya yang ada.
- Covering the Enterprise End-to-End = COBIT 5 mengintegrasikan IT enterprise pada organisasi pemerintahan dengan cara:
- Mengakomodasi seluruh fungsi dan proses yang terdapat pada enterprise. COBIT 5 tidak hanya fokus pada ‘fungsi IT’, namun termasuk pada pemeliharaan informasi dan teknologi terkait sebagai aset layaknya aset-aset yang terdapat pada enterprise.
- Mengakomodasi seluruh stakeholders, fungsi dan proses yang relevan dengan keamanan informasi
- Applying a Single, Integrated Network = Ada banyak standar terkait IT dan praktik yang baik, masing-masing memberikan panduan tentang subset kegiatan IT. COBIT 5 sejalan dengan standar dan kerangka kerja lain yang relevan di tingkat tinggi, dan dengan demikian dapat berfungsi sebagai kerangka kerja menyeluruh untuk tata kelola dan manajemen IT perusahaan.
- Enabling a Holistic Approach = Tata kelola dan manajemen TI perusahaan yang efisien dan efektif memerlukan pendekatan holistik, dengan mempertimbangkan beberapa komponen yang saling berinteraksi. COBIT 5 mendefinisikan satu set enabler untuk mendukung penerapan tata kelola dan sistem manajemen yang komprehensif untuk TI perusahaan. Enabler secara luas didefinisikan sebagai segala sesuatu yang dapat membantu untuk mencapai tujuan perusahaan.
Seven Enabler kesuksesan implementasi
