Menjaga lingkungan merupakan sebuah langkah awal yang berfungsi untuk
mengurangi kerusakan bumi dan menjaga ekosistem yang ada. Selain itu
menjaga lingkungan juga bisa menyelamatkan hewan-hewan dari kepunahan. Seiring
bertambahnya populasi manusia sering kali dibarengi dengan penggunaan
bahan yang kurang ramah terhadap lingkungan salah satunya penggunaan
bahan plastic. Bahan plastic susah untuk di urai oleh organisme dan
membutuhkan jutaan tahun untuk terurai dengan sempurna. Terlebih jika
harus membuang sampah di sungai dan laut, kurangnya kesadaran dan tidak
ada sanksi membuat sebagian orang dengan bebas membuang sampah
dilautan. Hal ini akan menyebabkan kondisi air menjadi tercemar dan
hewan yang dilaut akan mengalami keracunan dan mati. Jika tidak ada
tindakan tegas maka laut tidak lagi akan menjadi sumber yang bisa
dimanfaatkan karena kerusakan yang sudah parah. Ikan akan terus menjauh
karena sampah yang terus merusak.
Sistem penyaringan air pada Seabin sangat mirip dengan filter air di
tangki ikan peliharaan, tetapi didesain untuk membersihkan seluruh laut.
Seabin dapat diinstal pada setiap dermaga apung dan dirancang untuk
menyedot setiap sampah atau minyak yang mengambang di sekitar dermaga.
Konsep ini sederhana: Sebuah ember dihubungkan dengan pompa air,
kemudian ia menghisap sampah yang mengambang di laut ke dalam kantong
jala yang dapat dilepas
ITS (https://www.its.ac.id/si/fasilitas/laboratorium-2/) Laboratorium
di Departemen Sistem Informasi (DSI) dikelompokkan menjadi 2 bagian,
yaitu: laboratorium pembelajaran (atau praktikum) dan laboratorium
penelitian. DSI mempunyai 3 laboratorium pembelajaran yang disebut
studio, yaitu: studio pemrograman, studio aplikasi terapan, dan studio
sistem operasi. DSI juga memiliki 5 laboratorium penelitian, yaitu:
Infrastuktur dan Keamanan Teknologi Informasi, Manajemen Sistem
Informasi, Rekayasa Data & Intelegensi Bisnis, Akuisisi Data dan
Deseminasi Informasi dan Sistem Enterprise. UM (http://elektro.um.ac.id/laboratorium/laboratorium-sistem-informasi/)
Laboratorium Sistem Informasi merupakan salah satu
laboratorium yang berada di bawah naungan Jurusan Teknik Elektro
Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Laboratorium dikhususkan pada
bidang pembuatan dan pengembangan basis data dan sistem informasi.
Laboratorium ini bertempat di gedung H5 lantai 2 ruang 212. Laboratorium
ini memiliki daya tampung 30 s.d 40 mahasiswa. Dengan ukuran ruang
cukup luas serta dilengkapi dengan AC dan sirkulasi udara membuat
mahasiswa menjadi nyaman untuk beraktifitas di laboratorium ini.
Fungsi utama laboratorium sistem informasi adalah untuk kegiatan
praktikum atas teori yang sudah didapat dalam perkuliahan teori. Untuk
menunjang fungsi dari laboratorium ini dan juga kegiatan pembelajaran
yang ada didalamnya, di laboratorium ini terdapat alat-alat pendukung
dalam melakukan kegiatan praktikum, seperti: Personal Computer (PC), LCD
Proyektor, dan Jaringan Internet yang memadai, White Board dan
peralatan lainnya yang berhubungan dengan jaringan komputer. Adapun
perangkat lunak yang digunakan untuk mendukung kegiatan praktikum pada
laboratorium sistem informasi ini antara lain: Oracle, MySQL,
PostgreSQL, Apache Web Server, PHP Engine, Visual Paradigm, Navicat,
SQLyog, MySQL Workbench, Power Designer, Netbeans, Java, Pencil, serta
Microsoft Visual Studio. Selain untuk kegiatan praktikum, laboratorium
ini juga digunakan untuk kegiatan pengerjaan skripsi/tugas akhir,
diskusi, simulasi, pelatihan, dan penelitian terkait.
IT Telkom Surabaya
Laboratorium
Berikut ini merupakan bidang penelititan yang tersedia di Departemen Sistem Informasi :
Data yang saat ini ada di sekitar kita heterogen, baik dari sisi
struktur (terstruktur dan tidak terstruktur), lokasi (terdistribusi atau
terpusat), dari berbagai sumber/resource (contoh: data dari website,
pesan teks/sms, dan lain-lain), serta volume (contoh: data masif atau
big data).
Paradigma Pengolahan
Seiring dengan perkembangan sumber dan volume data, berkembang pula
berbagai teknologi untuk mengolah data tersebut. Masing-masing dari
teknologi tersebut merupakan implementasi dari paradigma yang berbeda
mengenai data, dan diwujudkan dalam inovasi pada teknik-teknik
pra-proses dan pengolahan data.
Diseminasi Informasi
Proses dan metode pengolahan data menjadi informasi yang lebih bernilai
Track : Data Acquisition and Information Dissemination (DAID)
1. Database Management Systems 2. Open Data 3. Knowledge Management 4. Semantics Web and Linked Data 5. Big Data 6. Web Services 7. Social Media 8. Social Networks 9. Visualization Information 10. Social Information Systems 11. Social Informatics 12. Spatial Information Systems 13. Geographical Information Systems
RDIB memiliki tujuan untuk menjadi pusat penelitian terkait
pemanfaatan data yang mendukung analisis bisnis dan organisasi untuk
bisa ditransformasi menjadi informasi bermakna serta pengetahuan
sehingga berguna dalam pengambilan keputusan. Bidang-bidang keilmuan
yang dicakup meliputi : • Computerized Decision Support : Decision Support System, System Modelling and Analysis. •
Data Management: Database and Database Management System (DBMS);
Extraction, Transformation, and Load (ETL) System; Data Warehouse (DW),
real-time DW, and Data Mart. • Business Analytic: Optimizations; Data/Web/Text Mining; Web Analytic; Peramalan • Knowledge Management: Knowledge Management System, Expert Locating System, Ontology. •
Intelligent Systems: Expert System, Artificial Neural Network, Fuzzy
Logic, Genetic Algorithm, Intelligent Agent, Automated Decision System.
Track : Data Engineering and Business Intelligence (DEBI) 1. Business Intelligence 2. Data Mining 3. Intelligent Systems 4. Artificial Intelligence 5. Autonomous Agents 6. Intelligent Agents 7. Multi-Agent Systems 8. Expert Systems 9. Pattern Recognition 10. Machine Learning 11. Soft Computing 12. Optimization 13. Forecasting 14. Meta-Heuristics 15. Computational Intelligence
Rancangan penelitian berisi isu-isu strategis yang menjadi fokus
penelitian lab MSI yang merupakan manifestasi dari roadmap penelitian.
Isu strategis dari penelitian lab MSI pada tahun 2016 – 2025 ini dibagi
menjadi:
TI sebagai tools Strategi
Penerapan E-Government (egov)
Manajemen & Perubahan Proyek TI
Pengembangan Sistem Informasi
Kedewasaan Proses TI
Pengembangan Layanan TI
Penjaminan Mutu Proses TI
Pengelolaan Risiko TI
IT Productivity Paradox, IT Business Value
Track : Information Systems Management (ISM) 1. Software Engineering 2. Software Design Pattern 3. System Analysis and Design 4. Research Methods of Information Systems 5. Green Technology Strategies 6. Strategic Information Systems 7. IT Governance and Audits 8. E-Government 9. IT Service Management 10. IT Project Management 11. Information System Development 12. Software Quality Assurance 13. Adoption and Diffusion of Information Technology 14. Health Information Systems and Technology 15. Accounting Information Systems 16. Human Behavior in Information System 17. Social Technical Issues and Social Inclusion 18. Domestication of Information Technology 19. ICTs and Sustainable Development 20. Information System in developing countries
Isu strategis yang menjadi basis dan fokus penelitian laboratorium
Infrastruktur Sistem dan Teknologi Informasi Jurusan Sistem Informasi,
Fakultas Teknologi Informasi (FTIF) tahun 2015-2020 adalah terkait
penelitian-penelitian dengan topik sebagai berikut:
Infrastruktur Teknologi Informasi (Fokus pada Middle Layer ke Bawah dari OSI Layer)
Energi
Military Defense
Transportasi dan Logistik
Efisiensi melalui Monitoring Konsumsi Pemakaian Listrik
Peningkatan Pemanfaatan Potensi Laut melalui Pengembangan Teknologi pada Bidang Kemaritiman
Desain Arsitektur Software : Resilent Information Systems
Track : IT Infrastructure and Security (ITIS) 1. Computer Security 2. Information Security and Privacy 3. Information Forensics 4. Network Security 5. Cryptography 6. Cloud Computing and Virtualization 7. Emerging Technologies 8. Computer Vision and Image 9. Service Oriented Architecture (SOA) 10. Ethics in Information Systems 11. Service Computing 12. Computer Graphics 13. Image Processing 14. Speech Recognition 15. Human Computer Interaction 16. Augmented Reality 17. Ubiquitous Computing 18. Sensor Networks 19. Medical Image Analysis 20. Internet Technology 21. Computational Biology and Bio-Informatics 22. Game Development 23. Mobile and Pervasive Computing 24. Affective Computing 25. Real-time Systems and Embedded Systems 26. Parallel and Distributed Systems 27. Computing on Graphics Processing Units (GPGPU)
Sistem Enterprise: Pengelolaan Hubungan Pelanggan, Manajemen Rantai Pasok, Perencanaan Sumber Daya Perusahaan
Manajemen Proses Bisnis: Process Mining, Alur Kerja
Analisis dan Pemodelan Proses Bisnis: Analisis dan Pemodelan Sistem, Kecedasan Bisnis, Bisnis Analitis, Sistem Informasi Geografis
Data and Knowledge Management: Data Warehousing, OLAP, Database
Track : Enterprise Systems (ES) 1. Enterprise Resource Planning 2. Business Process Management 3. Customer Relationship Management 4. Supply Chain Management and Logistics 5. System Dynamics 6. E-business and e-Commerce 7. Marketing Analytics 8. Marketplace Analytics 9. Business Analytics and Knowledge Discovery 10. Production Management 11. Task Analysis 12. Process Mining 13. Discrete Event Simulation 14. Service Science and Innovation 15. Innovation in the Digital Economy
Kelompok keahlian diprodi/jurusan Sistem Informasi
Teknologi Informasi : 1. Arsitektur Komputer 2. Algoritma dan Struktur Data 3. Bahasa Pemrograman 4. Sistem Operasi 5. Telekomunikasi dan Jaringan Komputer 6. Manajemen Data dan Informasi 7. Kecerdasan Buatan 8. Keamanan Informasi 9. Interaksi Manusia dan Komputer 10. Sistem dan Teknologi Web. 11. Infrastruktur TI.
Sistem Informasi dan Konsep Organisasi :
1. Analisis Bisnis 2. Desain Sistem Informasi 3. Rekayasa Sistem Informasi 4. Arsitektur Enterprise 5. Perencanaan Aplikasi 6. Manajemen Resiko 7. Manajemen Proyek 8. Perawatan dan Operasi Sistem 9. Strategi Uji dan Implementasi Sistem Informasi 10. Teori Umum Organisasi 11. Manajemen Sistem Informasi 12. Teori Keputusan 13. Perilaku Organisasi 14. Manajemen Perubahan 15. Etika dan Legalitas Sistem Informasi 16. Profesionalisme 17. Kemampuan Antar Personal.
Bidang Peneliian :
1. Information System Engineering 2. Information Technology Governance 3. Information Technology Strategic Planning 4. Information System Management 5. Risk Management 6. Expert System 7. Decision Support System 8. Data Mining 9. Data Warehouse 10. Business Intelligence 11. e-Business / e-Commerce 12. Knowledge Management 13. Social Informatics 14. Information Security 15. Web System and Technology 16. Enterprise Architecture 17. Mobile Application
Seiring dengan berkembangnya sistem informasi saat ini, banyak sistem
informasi pada organisasi yang ingin mencapai tahap sistem informasi
secara cepat, relevan dan akurat. Pesatnya pertumbuhan ilmu pengetahuan
teknologi khususnya di bidang komputer disetiap aspek kehidupan dan
penggunaan teknologi komputer dan teknologi komunikasi yang menghasilkan
sebuah penggabungan sistem informasi yang saat ini mudah untuk di akses
tanpa adanya batasan waktu dan jarak dengan menggunakan jaringan
internet. Model penjualan atau bisnis ikut terpengaruh dari perkembangan
ilmu pengetahuan teknologi tersebut, terlebihnya dengan pesatnya
pertumbuhan pengguna internet di berbagai belahaan dunia khususnya
negara berkembang. Salah satu bisnis yang menjadi trend terbaru di
masyarakat ini adalah dalam bidang belanja online.
Sejauh ini banyak industri lem khususnya lem yang masih melakukan
promosi dan penjualan melalui mulut ke mulut ataupun bentuk brosur,
sehingga jangkauan promosi dan penjualan masih terbatas dan belum bisa
meluas ke beberapa daerah. Kendala lain yang di alami oleh penjual lem
yaitu persaingan yang ketat, hal itu membuat pengolah industri lem harus
mempunyai strategi pemasaran yang berbeda dari pesaingnya. Untuk itu
dibutuhkan sebuah aplikasi berbasis web berupa website yang mampu
memberikan informasi mengenai produk kepada pelanggan dengan cepat
melalui internet.
Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dijelaskan diatas,
penulis mengambil judul mengenai “Sistem Informasi Pemasaran Berbasis
Website Pada PT. Trimitra Sebagai Sarana Penjualan Produk Secara Online”
STUDI KASUS
PT. TRIMITRA SEBAGAI SARANA PENJUALAN PRODUK SECARA ONLINE
METODE PENYELESAIAN
Metode yang digunakan adalah:
Metode Pengumpulan Data (Wawancara dan Observasi)
Metode Analisa Sistem
Metode Analisa Perancangan Program
SOLUSI YANG DIHASILKAN
Proses penjualan masih manual belum terkomputerisasi dan untuk
memperbarui data di perusahaan tersebut dilakukan setiap hari dengan
menyetor salinan surat bukti pembelian dari penjualan tersebut. Proses
penjualan di New Java Comp ketika Customer memilih barang yang tersedia
di website, sehingga customer dapat memilih dan melihat barang secara
lengkap yang tersedia di perusahaan. Untuk pencatatan penjualan
dilakukan menggunakan bukti faktur pembelian customer yang tersimpan di
database ketika customer melakukan transaksi .
Resume Webinar Konsep Sistem Informasi “Saya Salah Jurusan?“
Konsep Salah Jurusan
Merujuk pada
istilah “Mahasiswa Salah Jurusan”, pada dasarnya apapun jurusan yang
telah dipilih oleh setiap individu untuk melanjutkan studi jenjang
perguruan tinggi merupakan suatu hal yang sama. Hal ini tetap bergantung
pada bagaimana individu tersebut mengolah perspektif dari berbagai bola
pandang.
Generation Z
Generasi Z
merupakan generasi setelah Generasi Y yang didefinisikan sebagai
orang-orang yang lahir dalam rentang tahun kelahiran 2010 sampai kini.
Karakteristik daripada Gen Z antara lain:
Social
Multi-Taskers
Entrepreneurs
Educated
Philanthropists
Digital Natives
Interactive
Tech-Savvy
Less Focused
Cautious
Gen Z merupakan self-starters. Self starter adalah seseorang yang mampu mengambil inisiatif dan dapat bekerja tanpa pengawasan dari atasan.
Entering Society 5.0
Society 5.0 merupakan
konsep yang dirumuskan mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan
dikemukakan di ajang CeBIT, Hannover di kota Hannover, Jerman pada tahun
2017. Abe menyebut bahwa konsep ini dapat membantu Jepang menangani
berbagai permasalahan, yang kemudian konsep ini diresmikan pada Januari
2019.
Masyarakat
5.0 adalah suatu konsep masyarakat yang berpusat pada manusia dan
berbasis teknologi yang dikembangkan oleh Jepang. Konsep ini lahir
sebagai pengembangan dari revolusi industri 4.0 yang dinilai berpotensi
mendegradasi peran manusia.
Melalui Society 5.0, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) akan mentransformasi big data yang dikumpulkan melalui internet pada segala bidang kehidupan (the Internet of Things)
menjadi suatu kearifan baru, yang akan didedikasikan untuk meningkatkan
kemampuan manusia membuka peluang-peluang bagi kemanusiaan.
Transformasi ini akan membantu manusia untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna.
Sejarah Perkembangan Internet
Sejarah perkembangan internet di dunia:
1958 ARPA (The Advanced Research Projects Agency) dibentuk.
1961 Munculnya prinsip transfer data di dalam suatu jaringan komputer.
1965 Pertama kalinya dua buah komputer yang terpisah dalam jarak yang jauh dapat saling terhubung.
1969 ARPA meluncurkan jaringan komputer ARPANET.
1971 Pertama kali ditemukannya sistem surat menyurat secara elektronik.
1974 Pertama kalinya digunakan istilah internet atau internetworking.
1976 Ethernet sebagai jaringan LAN pertama diciptakan.
1982 Protokol internet atau TCP/IP pertama kali dibuat.
1991 World Wide Web pertama kali dikenalkan pada publik oleh CERN.
1993 Pertama kalinya di dalam internet disiarkan sebuah broadcast radio.
1994 Toko online pertama dibuat muncul bank virtual dan banner periklanan di internet.
1999 Jaringan transfer file (terutama untuk keperluan distribusi file MP3) secara peer-to-peer dikenalkan.
2010 Kru dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) menerima akses langsung terhadap internet.
2011 Tercatat lebih dari 357 juta website di dalam internet.
Information Technology dan Information System
Information Technology terdiri atas:
Hardware
Software
Databases
Networks
Other related components
Information Tehcnology digunakan untuk membangun Information Systems:
Payroll System
Inventory System
Marketing System
Customer Service System
Health System
Information Systems
Pengertian Sistem Informasi
Sistem dapat
diartikan sebagai suatu kesatuan dari sesuatu yang sistematis dan
ter-struktur serta menjalankan fungsi untuk mencapai suatu tujuan
tertentu.
Informasi dapat diartikan sejumlah data yang telah diolah dan memiliki kegunaan untuk suatu tujuan tertentu.
Secara umum,
sistem informasi merupakan suatu sistem yang di dalamnya memuat tentang
berbagai informasi yang terkait dengan operasional suatu organisasi yang
berguna untuk mengambil keputusan dalam mencapai tujuan organisasi
Tujuan Sistem Informasi
Untuk
menyediakan informasi-informasi tertentu dalam pengambilan keputusan.
Keberadaan data dalam sistem informasi akan sangat membantu dalam
menyikapi suatu permasalahan.
Komponen Sistem Informasi
Komponen Sistem Informasi antara lain:
Orang
Perangkat Keras
Perangkat Lunak
Prosedur
Jaringan Komputer dan Komunikasi Data
Basis Data
Mengapa bisa terjadi Salah Jurusan?
Jurusan tersebut tidak sesuai dengan passion.
Bukan karena keinginan pribadi, melainkan berdasarkan faktor tertentu.
Memilih jurusan dengan keinginan tetapi tidak yakin akan prospek kedepannya.
Masih belum mengetahui dimana letak minat dan bakat individu.
Tips Mengatasi Keraguan dalam Memilih Jurusan :
Jangan gegabah untuk mengambil langkah.
Temukan hal positif di lingkungan sekitar.
Meningkatkan kemampuan beradaptasi.
Bersyukur karena banyak individu yang ingin menempati posisi tersebut.
Profil Lulusan Prodi S1 Sistem Informasi di ITTelkom Surabaya.
Pengelompokan MK Prodi S1 Sistem Informasi ITTelkom Surabaya.
Pengelompokan MK Prodi S1 Sistem Informasi ITTelkom Surabaya Berdasarkan 10 Body of Knowledge.
A. Profil Lulusan Prodi S1 Sistem Informasi di ITTelkom Surabaya
Profil
lulusan Program Studi Sistem Informasi Institut Teknologi Telkom
Surabaya dirancang berdasarkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan
industri maupun pemerintah untuk memenuhi kebutuhan bisnis di era saat
ini. Kurikulum mengacu pada standar kurikulum internasional yakni
Curriculum Guidelines for Undergraduate Degree Programs in Information
Systems yang diterbitkan oleh Association of Computing Machinery (ACM)
IS 2010, Association of Information System (AIS), Standar Baku Kerangka
Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) APTIKOM 2015.
Program S1 Sistem Informasi menyiapkan lulusan S1 dengan kompetensi sebagai berikut:
Sistem dan analis bisnis
Manajer Proyek Sistem Informasi
Auditor Sistem Informasi
IS Engineer & Pengembangan ERP
Technopreneur
Deskripsi :
Sistem Dan Analis Bisnis
Peran
dalam merancang struktur aplikasi yang dibangun, sebagai dasar/acuan
Programmer dalam membuat aplikasi yang efektif menyelesaikan masalah,
handal, well-written. Sekaligus menyelaraskan dengan proses bisnis
perusahaan. Proses dari mereview, menganalisis, dan mengevaluasi
permasalahan bisnis, proses bisnis, fungsi/struktur organisasi, sistem,
informasi yang digunakan, dan data dasar informasi serta
merekomendasikan solusi-solusi permasalahan atau peningkatan performa
bisnis perusahaan (termasuk di dalamnya mengembangkan dokumen
UseCase,Spesifikasi sistem dan kriteria penerimaan Sistem Informasi
solusi bisnis).
2. Manajer Proyek Sistem Informasi
Peran
mengoordinir dan mengelola sumber-daya dan aktivitas-aktivitas
pembangunan Sistem Informasi (dapat berupa proyek pembangunan aplikasi
dan/atau proyek tata kelola teknologi informasi).
3. Auditor Sistem Informasi
Peran
mengevaluasi dan menemukan bukti-bukti apakah sebuah Sistem Informasi
telah memenuhi standar tertentu (termasuk di dalamnya mengembangkan
perangkat audit, melaksanakan proses audit, dan membuat laporan hasil
audit).
4. IS Engineer & Pengembangan ERP
Peran
mereview, menganalisis, mengevaluasi, dan mengembangkan permasalahan
bisnis, proses bisnis, dan merekomendasikan solusi-solusi permasalahan
atau peningkatan performa bisnis dengan paket/modul sistem ERP
(termasuk mendukung aktivitas perencanaan, implementasi, perawatan, dan
optimisasi sistem ERP).
5. Technopreneur
Peran
lulusan yang memiliki jiwa technopreneurship sehingga mampu
mengembangkan bisnis di bidang ICT diantaranya dapat menjadi konsultan
IT,menyediakan jasa pengembangan sistem informasi serta business process
outsourcing.
B.Pengelompokkan Mata Kuliah (MK) Prodi S1 Sistem Informasi ITTelkom Surabaya
Mata Kuliah Tingkat Institusi adalah mata kuliah yang diberikan secara rata ke seluruh Institusi.
Mata Kuliah Tingkat Fakultas adalah mata kuliah yang diberikan di semua jurusan akan tetapi hanya sebatas fakultas saja.
Mata Kuliah Tingkat Program Studi adalah mata kuliah yang diberikan khusus hanya di prodi masing – masing di setiap fakultas.
Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) adalah mata kuliah yang wajib diberikan di setiap Perguruan Tinggi.
Mata Kuliah Pilihan / Peminatan (MKP) adalah
mata kuliah pilihan yang telah disediakan oleh kampus untuk dipilih
oleh setiap mahasiswa yang sesuai dengan passion mereka masing – masing
pada saat menjelang semester ke atas.
Pengelompokkan Mata Kuliah Prodi Sistem Informasi IT Telkom Surabaya 1. Mata Kuliah Tingkat Institusi
Nama Mata Kuliah
SKS
Bahasa Inggris 1
2
Literasi TIK
2
Bahasa Indonesia
2
Pendidikan Agama dan Etika – Islam
2
Statistika Industri
3
Kewirausahaan
2
Bahasa Inggris 2
2
Pancasila dan Kewarganegaraan
2
2. Mata Kuliah Tingkat Fakultas
Nama Mata Kuliah
SKS
Kalkulus 1B
3
Matematika Diskrit
3
Algoritma dan Pemrograman
3
Praktikum Algoritma dan Pemrograman
1
Teori Probabilitas
3
Matriks dan Vektor
3
Algoritma dan Struktur Data
3
Praktikum Algoritma dan Struktur Data
1
Perancangan Basis Data
3
Praktikum Perancangan Basis Data
1
Ekonomi Teknik
2
Praktik Kerja Lapangan
2
Metode Penelitian dan Pengembangan
2
Tugas Akhir
4
3. Mata Kuliah Tingkat Program Studi
Nama Mata Kuliah
SKS
Konsep Teknologi
2
Pengantar Sistem Informasi
3
Arsitektur dan Organisasi Komputer
2
Kepemimpinan dan Komunikasi Interpersonal
3
Sistem Enterprise
3
Perilaku Organisasi
3
Pemrograman Berbasis Objek
2
Praktikum Pemrograman Berbasis Objek
1
Pemodelan Proses Bisnis
3
Sistem Informasi Akuntansi
3
Analisis dan Perancangan Sistem Informasi
3
Perancangan Interaksi
3
Rekayasa Proses Bisnis
3
Jaringan Komputer dan Komunikasi Data
3
Praktikum Jaringan Komputer dan Komunikasi Data
1
Manajemen Rantai Pasok
3
Arsitektur Sistem Enterprise
3
Manajemen Proyek Sistem Informasi
3
Pengembangan Aplikasi Web
3
Praktikum Pengembangan Aplikasi Web
1
Manajemen Sumber Daya Manusia
3
Sistem Operasi Komputer
3
Keamanan Sistem Informasi
3
Rekayasa Perangkat Lunak Capstone Project
3
Manajemen Layanan
3
Etika Profesi Teknologi Informasi
2
Peminatan Logistik
3
Peminatan Transportasi
3
Tata Kelola dan Manajemen Teknologi Informasi
2
Manajemen Hubungan Pelanggan
3
Kapita Selekta
2
4. Mata Kuliah Dasar Umum
Nama Mata Kuliah
SKS
Bahasa Inggris 1
2
Bahasa Indonesia
2
Pendidikan Agama dan Etika – Islam
2
Bahasa Inggris 2
2
Pancasila dan Kewarganegaraan
2
5. Mata Kuliah Peminatan
Nama Mata Kuliah
SKS
Manajemen Logistik
3
Teknologi Logistik
3
Sistem Informasi Logistik
3
Data Warehouse dan Intelijen Bisnis
3
Manajemen Transportasi
3
Manajemen Resiko
3
Sistem Transportasi
3
Sistem Informasi Geografis
3
Manajemen Pelabuhan
3
Tata Kelola Transportasi Laut
3
Manajemen Kapal
3
Pengantar Strategi Sistem Informasi
3
Pemantauan Evaluasi Sistem Informasi
3
Pengembangan Aplikasi Bergerak
3
Konfigurasi dan Implementasi ERP
3
Teknik Audit dan Kontrol Sistem Informasi
3
Manajemen Perubahan
3
Magang
4
C. Pengelompokan MK Prodi S1 Sistem Informasi ITTelkom Surabaya Berdasarkan 10 Body of Knowledge.
Penjelasan gambar di atas :
Topik
Keilmuan
Mata Kuliah Terkait
Matematika dan Statistik
Statistics; Struktur Diskrit; Math Fundamentals
Kalkulus; Matematika Diskrit; Aljabar Linier; Statistika dan Probabilitas; Statistika untuk Bisnis; Riset Operasional
Algoritma dan Pemrograman
Algoritma dan Kompleksitas; Bahasa Pemrograman
Dasar-dasar Pemrograman; Struktur Data dan Algoritma; Pemrograman Berorientasi Obyek; Web Programming
Rekayasa Perangkat Lunak
Dasar-dasar Pengembangan Perangkat Lunak
SADT (Analisis dan Perancangan Sistem);
Komputer Arsitektur
Arsitektur dan Organisasi Komputer; Sistem Operasi; Grafik dan Visualisasi
Arsitektur dan Organisasi Komputer; Sistem Operasi; Grafik dan Visualisasi
Sistem Terdistribusi
Jaringan dan Komunikasi;
Dasar Infrastruktur Teknologi Informasi; Komunikasi Data;
Bisnis dan Manajemen
Functional Business Areas; E-business; Decision Theory; Business Models: Organizational Theory: Organizational Behaviour
Teori Organisasi; Perilaku Organisasi; Pengantar Bisnis; Dasar-dasar Manajemen; Teknik Pengambilan Keputusan; E-Commerce
Komputasi
telah secara dramatis mempengaruhi kemajuan dalam sains, teknik, bisnis,
dan banyak bidang usaha manusia lainnya. Di dunia saat ini, hampir
semua orang perlu menggunakan komputer, dan banyak yang ingin belajar
komputasi dalam beberapa bentuk.
Komputasi
akan terus dilakukan untuk menghadirkan peluang karir yang menantang,
dan mereka yang bekerja dalam komputasi akan memiliki peran penting
dalam membentuk masa depan.
1. APA ITU KOMPUTASI?
Komputasi mencakup merancang sekaligus membangun sistem hardware dan software
untuk berbagai tujuan seperti memproses, menyusun, mengelola berbagai
jenis informasi, melakukan studi ilmiah menggunakan komputer, membuat
sistem komputer berperilaku cerdas, membuat dan menggunakan komunikasi
dan media hiburan, menemukan dan mengumpulkan informasi yang relevan
dengan tujuan tertentu, dan sebagainya.
2. PERKEMBANGAN DISIPLIN KOMPUTASI
Perkembangan Disiplin Ilmu Komputasi
Sebelum tahun 1990-an
Program gelar sarjana dalam disiplin ilmu komputasi mulai muncul pada tahun 1960-an. Awalnya, hanya ada tiga jenis program gelar
antara lain ilmu komputer, teknik elektro, dan sistem informasi.
Masing-masing dari ketiga disiplin ilmu ini memiliki domain tersendiri.
Sebelum tahun 1990-an, satu-satunya perubahan besar dalam lanskap ini adalah pengembangan rekayasa komputer.
Sebelum penemuan mikroprosesor berbasis chip, rekayasa komputer adalah
salah satu dari beberapa bidang spesialisasi dalam teknik elektro.
Perkembangan Signifikan tahun 1990-an
Rekayasa komputer terlepas dari teknik elektro
selama akhir 1970-an dan 1980-an, tetapi tidak sampai tahun 1990-an
chip komputer menjadi komponen dasar sebagian besar jenis perangkat
listrik dan mekanik.
Pada tahun 1990-an, ilmu komputer telah mengembangkan
badan penelitian, pengetahuan, dan inovasi yang cukup besar yang
membentangkan kisaran dari teori ke praktik, dan kontroversi tentang
legitimasinya mati.
Rekayasa perangkat lunak telah muncul sebagai area dalam ilmu komputer.
Karena komputasi digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah
kompleks yang lebih luas, menciptakan perangkat lunak yang andal menjadi
lebih sulit. Seiring waktu, menjadi jelas bahwa memproduksi perangkat
lunak yang baik sangat sulit, sangat mahal, dan sangat diperlukan.
Sistem informasi harus menghadapi tantangan yang semakin luas.
Masalah pengelolaan informasi menjadi sangat kompleks, dan tantangan
memanfaatkan informasi dan teknologi dengan benar untuk mendukung
efisiensi dan efektivitas organisasi menjadi masalah penting.
Program teknologi informasi mulai bermunculan
pada akhir 1990-an. Selama tahun 1990-an, komputer menjadi alat kerja
penting di sebagian besar organisasi, dan sistem komputer berjaringan
menjadi tulang punggung informasi organisasi.
Setelah tahun 1990-an
Pada tahun
1990-an menyajikan berbagai pilihan seperti ilmu komputer, rekayasa
perangkat lunak, dan teknik komputer yang masing-masing memiliki
perspektif sendiri pada pengembangan perangkat lunak.
Ketiga pilihan ini menyiratkan perbedaan nyata :
Computer Engineering (CE): perangkat lunak lebih difokuskan pada perangkat keras.
Software Engineering (SE): penekanannya terdapat pada pembuatan perangkat lunak yang memenuhi persyaratan dunia nyata yang kuat.
Computer
Science (CS): perangkat lunak adalah mata uang dimana ide-ide
diungkapkan dan berbagai masalah pada aplikasi komputasi dan
dieksplorasi.
Demikian pula, di dunia pra-1990-an, area utama untuk menerapkan komputasi untuk memecahkan masalah dunia nyata adalah dalam bisnis. Ruang lingkup penggunaan dunia nyata telah diperluas dari bisnis ke organisasi, dan sistem informasi sekaligus teknologi informasi merupakan wadah kepentingan tersebut.
3. DESKRIPSI DISIPLIN KOMPUTASI UTAMA
Teknik Komputer
Tampilan Grafis Teknik Komputer
Computer Engineering
(Teknik Komputer) adalah disiplin ilmu yang mempelajari perancangan dan
pembuatan komputer dan sistem-sistem berbasis komputer, mencakup hardware, software, komunikasi dan interaksi antara hardware dan software.
Kurikulum
program studi Teknik Komputer menekankan pada teori, prinsip-prinsip,
dan praktek konsep-konsep trasional Teknik Elektro dan Matematika dan
menerapkannya pada permasalahan perancangan komputer dan peralatan
berbasis komputer.
Ilmu Komputer
Tampilan Grafis Ilmu Komputer
Computer Science (Ilmu Komputer) adalah disiplin ilmu yang mempelajari teori & algoritma mencakup:
Perancangan dan implementasi perangkat lunak (software).
Pembuatan teknologi-teknologi untuk lebih memanfaatkan komputer, seperti World Web Web, robot cerdas, dan analisis DNA manusia.
Pengembangan metode-metode efektif pemecahan permasalahan computing.
Sistem Informasi
Tampilan Grafis Sistem Informasi
Information Systems
(Sistem Informasi) adalah disiplin ilmu yang fokus pada bagaimana
mengintegrasikan solusi-solusi Teknologi Informasi dengan proses-proses
bisnis agar mampu memenuhi kebutuhan dan tujuan-tujuan bisnis dan
organisasi dengan lebih efektif dan efisien.
Disiplin ilmu
Sistem Informasi lebih menekankan Teknologi Informasi pada aspek
informasi dan mengkaji teknologi sebagai alat mengumpulkan, memproses,
dan mendistribusikan informasi.
Teknologi Informasi
Tampilan Grafis Teknologi Informasi
Information Technology
(Teknologi Informasi) adalah disiplin ilmu yang mempelajari
solusi-solusi teknologi komputer bagi organisasi bisnis, pemerintah,
kesehatan, sekolah, dan organisasi lainnya.
Spesialis TI bertanggung jawab untuk menginfeksi produk hardware dan software
yang sesuai untuk organisasi, mengintegrasikan produk tersebut dengan
kebutuhan dan infrastruktur organisasi, serta menginstal, menyesuaikan,
dan memelihara aplikasi tersebut untuk pengguna komputer organisasi.
Rekayasa Perangkat Lunak
Tampilan Grafis Rekayasa Perangkat Lunak
Software Engineering (Rekayasa Perangkat Lunak) adalah disiplin ilmu yang mempelajari fokus pada pengembangan dan perawatan sistem-sistem software agar bekerja secara reliable dan efisien, terjangkau secara biaya untuk dikembangkan dan dirawat, dan memenuhi kebutuhan penggunanya.
Tujuan utamanya adalah untuk mengembangkan model sistematis dan teknik yang handal untuk memproduksi software berkualitas tinggi tepat waktu dan dalam anggaran.
4. PROGRAM GELAR DAN PERSYARATAN KARIR
Dalam dokumen ini ACM, IEEE, dan AIS melakukan kajian bobot pada mata kuliah yang harus diajarkan pada displin ilmu komputasi.
Mata kuliah disini dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu mata kuliah computing dan mata kuliah non-computing. Analisa disajikan dalam bentuk dengan skala 0 (rendah atau tidak perlu) hingga 5 (tertinggi atau sangat penting).
Bobot perbandingan topik komputasi di lima jenis program gelar
Bobot perbandingan topik komputasi di lima jenis program gelar
Bobot perbandingan topik non-komputasi di lima jenis program gelar
Bobot perbandingan topik non-komputasi di lima jenis program gelar
B. Association of Computing Machinery (ACM) IS 2010
ACM IS 2010
IS 2010
adalah serangkaian kurikulum model terbaru untuk gelar sarjana Sistem
Informasi. Hal ini disusun di atas fondasi yang dibentuk oleh pekerjaan
sebelumnya, tetapi ini juga merupakan revisi yang besar dari kurikulum
dan menggabungkan beberapa karakteristik baru yang signifikan.
IS 2010 merupakan upaya kolaboratif ketiga oleh Association for Computing Machinery (ACM) dan Association Information Systems
(AIS). Kedua organisasi memiliki keanggotaan di seluruh dunia, dan oleh
karena itu, IS 2010 mencakup elemen yang membuatnya lebih mudah
beradaptasi secara universal daripada pendahulunya. IS 2010 tidak secara
langsung terkait dengan struktur gelar di lingkungan tertentu, tetapi
memberikan panduan mengenai konten inti kurikulum yang harus ada di
mana-mana dan saran mengenai kemungkinan pilihan dan trek karir
berdasarkan itu.
1. PENGGUNAAN LAPORAN KURIKULUM IS 2010
Laporan model
kurikulum sarjana Sistem Informasi (IS) memiliki beberapa kelas
pengguna yang dimaksud memiliki andil dalam pencapaian program gelar IS
berkualitas:
Eksekutif Akademik yang melaporkan atas Program Sistem Informasi
Kepala Akademik yang bertanggung jawab atas Program Sistem Informasi
Badan Akreditasi yang mengakreditasi Program Sistem Informasi dan kepentingan lain di penilaian program
Fakultas Sistem Informasi
Fakultas Non-Sistem Informasi
Praktisi Sistem Informasi
Mahasiswa Sistem Informasi
Pemangku Kepentingan lainnya
2. MODEL KURIKULUMSISTEM INFORMASI
Pedoman
Kurikulum IS 2010 untuk Program Gelar Sarjana Sistem Informasi adalah
laporan terbaru tentang model kurikulum di bidang Sistem Informasi.
Dokumen ini menyajikan bagian yang sepenuhnya baru dan diperluas secara
signifikan tentang harapan hasil untuk lulusan Sistem Informasi. Hal ini
diikuti dengan presentasi singkat arsitektur kurikulum, sumber daya
yang diperlukan untuk program gelar IS, dan kursus yang dibagikan dengan
disiplin ilmu komputasi lainnya. Akhirnya, laporan diakhiri dengan
memberikan deskripsi kursus tingkat tinggi dari kurikulum model IS 2010
dan lampiran untuk referensi.
3. MEMBIMBING ASUMSI TENTANG PROFESI SISTEM INFORMASI
Dalam konsep
peran sistem informasi di masa depan dan persyaratan untuk kurikulum IS,
beberapa elemen penting tetap dan karakteristik disiplin. Karakteristik
ini berevolusi menjafi empat bidang utama profesi IS dan oleh karena
itu harus diintegrasikan ke dalam kurikulum IS apa pun:
Profesional IS ada di berbagai domain, termasuk bisnis, perawatan kesehatan, pemerintah, dan organisasi nirlaba.
Profesional IS harus memilikiketerampilan berpikir analitis dan kritis yang kuat untuk berkembang di lingkungan global yang kompetitif.
Profesional IS harus menunjukkan prinsip-prinsip etika yang kuat dan memiliki komunikasi interpersonal yang baik dan keterampilan tim.
Profesional IS harus merancang dan mengimplementasi solusi teknologi informasi yang meningkatkan kinerja organisasi.
4. ELEMEN KUNCI REVISI KURIKULUM INI
Lanskap
Sistem Informasi telah berubah secara signifikan selama beberapa tahun
terakhir. Oleh karena itu, fondasi kurikulum harus dievaluasi. Ada empat
elemen kunci dari revisi ini:
Menjangkau di luar sekolah bisnis.
Merevisi harapan hasil untuk lulusan IS dan mengusulkan perubahan berikutnya pada topik kurikulum.
Mengevaluasi asumsi yang mendasari struktur kurikulum dan memodifikasinya.
Melibatkan komunitas IS global.
Implementasi Elemen Kunci
Gugus tugas
mengusulkan struktur kursus yang inovatif untuk mengatasi kebutuhan
konstituen global yang berbeda. Dengan demikian, kurikulum yang direvisi
dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kebutuhan program apa pun di
seluruh dunia dan juga merekomendasikan inti terstruktur yang akan
menstandarkan pengetahuan dan keterampilan dasar untuk semua lulusan IS.
5. SISTEM INFORMASI SEBAGAI BIDANG STUDI AKADEMIK
Sistem
Informasi sebagai bidang studi akademik dimulai pada tahun 1960-an,
beberapa tahun setelah penggunaan komputer pertama untuk pemrosesan
transaksi dan pelaporan oleh organisasi. Dengan cara yang sama bahwa
perguruan tinggi memiliki program gelar yang mencerminkan fungsi
organisasi penting, seperti manajemen sumber daya keuangan, manajemen
sumber daya pemasaran, dan manajemen sumber daya manusia, program gelar
yang muncul untuk manajemen teknologi informasi dan sumber daya
informasi.
Nama yang berbeda untuk Bidang Akademik Sistem Informasi
Nama-nama jurusan terkait komputer
yang ditawarkan di lembaga sarjana yang diakreditasi oleh Association
to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB) di Amerika Serikat,
misalnya, diwakili oleh istilah-istilah berikut) :
Sistem Informasi Manajemen, mewakili 41% program
Sistem Informasi, mewakili 21% program
Sistem Informasi Komputer, mewakili 18% program
Sisanya, 21% program dikenal dengan nama-nama seperti :
Manajemen Informasi
Manajemen Sistem Informasi
[Bisnis] Sistem Informasi
[Bisnis] Sistem Komputer
[Bisnis] Sistem Informasi Komputer
[Bisnis] Manajemen Teknologi Informasi
[Bisnis] Informatika
Manajemen Sumber Daya Informasi
Teknologi Informasi
Sistem Teknologi Informasi
Manajemen Sumber Daya Teknologi Informasi
Sistem Informasi Akuntansi
Ilmu Informasi
Informasi dan Ilmu Kuantitatif
Kemampuan IS tingkat tinggi
Kurikulum baru akan didasarkan pada
serangkaian harapan hasil gelar yang direvisi secara signifikan, yaitu
harapan mengenai kemampuan kelulusan siswa IS ketika memasuki tenaga
kerja penuh waktu.
Meningkatkan Proses Organisasi
Mengeksploitasi Peluang yang diciptakan oleh Inovasi Teknologi
Memahami dan Mengatasi Persyaratan Informasi
Merancang dan Mengelolah Arsitektur Perusahaan
Mengidentifikasi dan Mengevaluasi Solusi dan Sumber Alternatif
Mengamankan Data dan Infrastruktur
Memahami, Mengelola, dan Mengendalikan Risiko IT
Sistem Informasi Pengetahuan dan Keterampilan Khusus
Sistem Informasi pengetahuan dan keterampilan khusus dibagi menjadi empat kategori utama (dan sub kategori), sebagai berikut :
Mengidentifikasi dan merancang peluang untuk peningkatan organisasi yang mendukung IT.
Menganalisa trade-off.
Merancang dan mengimplementasikan solusi sistem informasi.
Mengelola operasi teknologi informasi yang sedang berlangsung.
6. ARSITEKTUR KURIKULUM SISTEM INFORMASI
Secara
arsitektur, IS 2010 cukup berbeda dengan pendahulunya. IS 2002 sebagian
besar diselenggarakan di sekitar konsep kursus, dan hanya terdiri dari
sepuluh kursus tanpa peluang untuk memvariasikan kurikulum tergantung
pada persyaratan lokal atau faktor kontekstual lainnya.
Arsitektur Kurikulum yang Diusulkan
Arsitektur Kurikulum yang Diusulkan
Model Arsitektur Kurikulum yang Disederhanakan
Model Arsitektur Kurikulum yang Disederhanakan
Struktur Model Kurikulum IS 2010
Struktur Model Kurikulum IS 2010
C. Standar Baku Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) APTIKOM 2015
APTIKOM 2015
Kerangka
Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) adalah kerangka penjenjangan
kualifikasi dan kompetensi tenaga kerja Indonesia yang menyandingkan,
menyetarakan, dan mengintegrasikan sektor pendidikan dengan sektor
pelatihan dan pengalaman kerja dalam suatu skema pengakuan kemampuan
kerja yang disesuaikan dengan struktur di berbagai sektor pekerjaan.
Jenjang KKNI
KKNI
menyediakan 9 (sembilan) jenjang kualifikasi, dimulai dari kualifikasi
jenjang 1 sebagai kualifikasi terendah sampai dengan kualifikasi jenjang
9 sebagai kualifikasi tertinggi. Penetapan jenjang kualifikasi 1 sampai
9 dilakukan melalui pemetaan komprehensif kondisi ketenagakerjaan di
Indonesia ditinjau dari kebutuhan penghasil (supply push) maupun pengguna (demand pull) tenaga kerja.
KKNI menjadi
acuan dalam pengemasan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia
(SKKNI) ke dalam tingkat atau jenjang kualifikasi. Pengemasan SKKNI ke
dalam jenjang kualifikasi KKNI sangat penting untuk keperluan
penyandingan maupun penyetaraan kualifikasi dan atau rekognisi dengan
tingkat pendidikan dan atau tingkat pekerjaan.
1. Best Practice Hasil Kajian APTIKOM
Selama lebih
25 (dua puluh lima) tahun, secara berkala APTIKOM melakukan pertemuan
yang melibatkan berbagai pemangku-kepentingan di bidang ilmu informatika
dan komputer untuk bertukar pikiran, melaksanakan studi/kajian untuk
merumuskan bersama pemetaan kompetensi dan pengelompokan domain rumpun
ilmu informatika dan komputer.
Berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam kajian antara lain :
Asosiasi Industri Pengguna Lulusan
Institusi Pemerintah (Regulator)
Asosiasi Internasional
Perguruan Tinggi Regional/Internasional
Lembaga Terkait Lainnya
Kajian tersebut telah merumuskan bersama berbagai hal yang dapat
dipergunakan sebagai bahan pengambilan keputusan lanjut best practices
di Indonesia, di antaranya adalah:
Jenis lapangan pekerjaan di bidang Informatika dan Komputer berdasarkan hasil penelitian dari Pemerintah Sri Lanka.
Persatuan
Bangsa Bangsa (PBB) mengklasifikasikan Sumber Daya Manusia (SDM)
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi dua jenis, yaitu
ICT-Workeratau
ICT Professional adalah para pekerja atau individu yang menekuni
hidupnya sebagai ahli bidang TIK, sehingga jenisnya akan sangat
tergantung dari pengelompokan berdasarkan jenis pekerjaannya.
ICT-Enabled Worker
adalah para pengguna komputer sebagai alat untuk membantu melakukan
aktivitas sehari-hari, mulai dari yang sederhana seperti mengetik,
hingga untuk mengolah informasi yang kompleks dan rumit.
Dibutuhkan
beberapa langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan kompetensi
sumber daya manusia di bidang informatika dan komputer di antaranya
adalah:
Kontrol ketat atas kualitas pendidikan yang
ada, dengan pengawasan yang ketat atas kurikulum pendidikan informatika
dan komputer beserta pedagoginya.
Membangun pusat sertifikasi keahlian nasional dan regional.
Interaksi kontinu
antara industri bidang ilmu informatika dan komputer, pemerintah, dan
institusi pendidikan untuk membangun pengetahuan dan keahlian di bidang
informatika dan komputer yang sesuai.
2. LITERASI Information and Communication Technology(ICT)
Literasi di
bidang informatika dan komputer, yang dapat diartikan sebagai penggunaan
teknologi digital, peralatan komunikasi, dan jaringan untuk mengakses,
mengatur, mengintegrasikan, mengevaluasi, dan menciptakan informasi agar
dapat berguna bagi masyarakat berbasiskan pengetahuan.
Literasi di bidang informatika dan komputer yang terdiri atas lima komponen, seperti:
Akses: mengetahui tentang dan bagaimana untuk mengumpulkan atau melakukan temu kembali suatu informasi.
Pengelolaan: membuat suatu skema/struktur organisasi yang ada berserta klasifikasinya.
Integrasi: menerjemahkan dan menyajikan informasi. Melibatkan penyimpulan, perbandingan, dan contrasting.
Evaluasi: melakukan penilaian atas kualitas, relevansi, kegunaan, dan efisiensi dari informasi.
Penciptaan: menciptakan informasi dengan melakukan adaptasi, pelaksanaan, perancangan, penemuan, atau kepemilikan informasi.
Jenis keahlian (proficiency) yang saling terkait dalam pengembangan literasi di bidang informatika dan komputer, antara lain:
Jenis Keahlian dalam Literasi
Cognitive proficiency: merupakan keahlian mendasar yang diinginkan sehari-hari di sekolah, rumah, dan tempat bekerja.
Technical proficiency: merupakan komponen mendasar dari literasi digital.
ICT proficiency: merupakan integrasi dan aplikasi antara keahlian koginitf dan keahlian teknis.
3. Bidang Informatika dan Komputer dan Hubungannya
Berdasarkan berbagai penelitian terkait Information and Communication Technology for Development (ICTD), diperoleh suatu kesimpulan bahwa :
Pengembangan kapasitas sumber daya manusia merupakan salah satu elemen penting untuk penggunaan ICTD secara efektif.
Mengembangkan
dan mempertahankan pengguna dan tenaga profesional bidang informatika
dan komputer yang penting bagi pengembangan sosial-ekonomi yang
berkelanjutan.
Pembangunan kapasitas sumber
daya manusia ICTD terdiri dari literasi bidang informatika dan komputer
dan informatika dan komputer dalam pendidikan, untuk menentukan
sekumpulan kompetensi inti yang dibutuhkan oleh pimpinan pemerintah,
akademisi, peneliti, dan aktivis ICTD saat ini dan yang akan datang
untuk memberdayakan potensi teknologi yang ada.
Computing Curriculum Framework Menurut APTIKOM
APTIKOM sebagai asosiasi pendidikan tinggi informatika dan komputer di seluruh Indonesia, telah melakukan pemetaan kompetensi lulusan dengan membaginya ke dalam 5 (lima) domain bidang ilmu, antara lain: computer engineering (sistem komputer/CE), computer science (informatika/ilmu komputer/CS), software engineering (rekayasa perangkat lunak/SE), information system (sistem informasi/IS), dan information technology (teknologi informasi/IT).
APTIKOM juga telah merumuskan suatu kerangka rumpun ilmu informatika (Computing Curriculum Framework) terbagi atas 3 (tiga) domain, yaitu:
Domain pertama: terdiri dari kumpulan area pengetahuan untuk membangun 18 (delapan belas) dasar ilmu di bidang informatika dan komputer.
Domain kedua:
berisikan kumpulan 40 (empat puluh) area pengetahuan sesuai dengan
bidang studi yang ingin ditekuni dengan model pembobotan yang
berbeda-beda.
Domain ketiga: berisikan kumpulan
9 (sembilan) area terkait dengan aspek kognitif, afektif, dan
psikomotorik sebagai referensi komponen lokal yang adaptif.
4. DESKRIPTOR KKNI RUMPUN ILMU INFORMATIKA DAN KOMPUTER
Deskriptor KKNI terbagi menjadi 2 (tiga) bagian yaitu :
Deskripsi Umum
Deskripsi
Umum merupakan deskripsi kompetensi yang harus dipenuhi oleh setiap
sumber daya manusia Indonesia sebagai implementasi sistem pendidikan
nasional dan sistem pelatihan kerja yang dilakukan di Indonesia pada
setiap jenjang kualifikasi pada KKNI, mencakup proses yang membangun
karakter dan kepribadian sumber daya manusia Indonesia sesuai dengan
ideologi Negara dan budaya Bangsa Indonesia.
Deskripsi Spesifik
Deskripsi yang mendeskripsikan cakupan keilmuan (science), pengetahuan (knowledge),
pemahaman (know-how), keterampilan (skill) yang dikuasai seseorang
tergantung pada jenjangnya, yang terdiri dari 4 (empat) deskripsi utama
yaitu:
Keterampilan dalam menyelesaikan pekerjaan atau kompetensi,
Cakupan keilmuan/pengetahuan yang dikuasai,
Metoda dan tingkat kemampuan dalam mengaplikasikan keilmuan/pengetahuan yang telah dikuasai tersebut, serta