Tugas IP Adresss & Subnetmask - NRP
1. Pengertian, Fungsi, Jenis dan Konsep
Dasar IP Address
- Pengertian IP Address à serangkaian angka untuk memberi label pada setiap perangkat yang terhubung ke jaringan, terutama jaringan internet yang menggunakan Internet Protocol (IP) sebagai media transmisi komunikasi nya.
- Fungsi IP Address yaitu identifikasi host/antarmuka jaringan dan menunjukkan identitas alamat dari sebuah perangkat untuk memastikan agar data dikirimkan ke perangkat yang tepat. Panjang rangkaian angkanya adalah dari 0.0.0.0 sampai 255.255.255.255.
Versi IP address dibagi menjadi dua, yaitu IPv4 dan IPv6. Kemudian, IP address konsumen juga dibagi ke dalam empat jenis, yaitu privat, publik, dinamis, dan statis. Selain itu, ada juga dua jenis IP address website, yaitu shared (bersama) dan dedicated (khusus).
- IPv4
IPv4 adalah alamat
IP yang paling umum digunakan, dengan panjang 32-bit dan empat bagian (oktet)
yang dipisahkan oleh titik. Nilai setiap oktet berkisar dari 0 – 255.
Kepanjangan IPv4 yaitu Internet Protocol version 4. Contoh IPv4 adalah
seperti berikut:
- 169.89.131.246
- 192.0. 2.146
- 01.102.103.104
Karena merupakan yang paling banyak digunakan, saat ini hampir semua sistem pastibisa menangani routing IPv4 tanpa masalah. Selain itu, alamat IPv4 mendukung mayoritas topologi jaringan karena prefiksnya yang sederhana. Data dalam address packet IPv4 juga dienkripsi dengan baik untuk memastikan komunikasi yang aman antar jaringan.
- IPv6
IPv6 adalah versi IP address yang lebih baru dari IPv4, dimaksudkan untuk menggantikan IPv4 karena variasi IPv4 yang kini mulai terbatas. Kalau IPv4 memiliki panjang 32 bit, panjang IPv6 mencapai 128 bit. Artinya, ada sekitar 340 undecillion (angka di belakang digit pertamanya ada 66!) alamat IPv6 yang berbeda. IPv6 ditulis dalam rangkaian digit heksadesimal 16 bit dan huruf, dipisahkan oleh titik dua. Jadi, pada jenis IP address ini, Anda akan menjumpai huruf dari A sampai F. Berikut adalah contoh IPv6:
- 2001:3FFE:9D38:FE75:A95A:1C48:50DF:6AB8
- 2001:0db8:85a3:0000:0000:8a2e:0370:7334
- 2001:db8:3333:4444:CCCC:DDDD:EEEE:FFFF
Dengan IPv6, routing akan menjadi lebih efisien karena memungkinkan penyedia layanan internet meminimalkan ukuran tabel routing. IPv6 juga menggunakan Internet Protocol Security (IPsec), jadi Anda tidak perlu cemas dengan autentikasi, kerahasiaan, dan integritas data. Terlebih lagi, IPv6 tidak memiliki IP checksum sehingga pemrosesan packet menjadi lebih efisien, dan mendukung multicast. Hasilnya, transmisi data pun bisa dikirim ke beberapa tujuan sekaligus sehingga akan menghemat bandwidth jaringan.
- Private IP
IP private adalah jenis IP address yang digunakan untuk berkomunikasi dalam jaringan lokal, misalnya melalui Bluetooth atau LAN. Perangkat seperti laptop, handphone, atau komputer yang dilengkapi Bluetooth dan bisa terhubung ke jaringan lokal memiliki IP private sendiri.
- Public IP
IP public adalah jenis IP address publik yang digunakan untuk berkomunikasi di luar jaringan lokal dan terhubung ke internet. Berkebalikan dengan private IP address, IP address publik tidak tersedia gratis karena diberikan dan dikontrol oleh penyedia layanan internet (ISP).
- Alamat IP Dinamis
Dynamic IP atau Alamat IP dinamis adalah IP yang sifatnya berubah-ubah, yang diberikan oleh penyedia layanan internet kepada pelanggannya. Alamat ini biasanya digunakan karena alasan keamanan. Sifatnya yang berubah-ubah dimaksudkan untuk mempersulit para hacker mengakses antarmuka jaringan. IP dinamis selalu berganti setiap kali perangkat baru ditambahkan ke jaringan, saat konfigurasi jaringan berubah, atau saat perangkat reboot. Jadi, kalau Anda menggunakan layanan internet dari suatu penyedia, IP di rumah Anda pun tidak selalu sama.
- Alamat IP Statis
Static IP atau Alamat IP statis adalah kebalikan dari jenis IP dinamis, dengan rangkaian angka yang tetap dan tidak berganti-ganti. Jenis protokol ini akan tetap sama, kecuali ada perubahan pada administrasi jaringan. Pengguna akhir umumnya tidak memerlukan alamat ini. Namun, jenis IP ini diperlukan untuk perangkat yang memerlukan akses tetap, atau jika Anda sering terhubung ke jaringan pribadi. Contohnya, perangkat seperti printer bersama harus memiliki static IP agar orang-orang di kantor bisa terhubung dengan mudah untuk menggunakannya.
- Shared IP Address
Shared IP address atau alamat IP bersama adalah IP address yang digunakan bersama-sama di antara beberapa nama domain. Nah, alamat IP ini ditujukan bagi user yang menggunakan resource jaringan dan hardware server bersama-sama dengan orang lain.
- Dedicated IP Address
Dedicated IP address atau alamat IP khusus berarti domain tersebut diberikan ke IP address yang tidak digunakan bersama-sama dengan pemilik website lain. Keuntungannya adalah, Anda bisa mendapatkan sertifikat SSL dengan lebih mudah menggunakan IP address ini.
2. Perbedaan IP Address Publik dan IP Adress Private
IP Public adalah IP yang bisa diakses langsung oleh internet. Analoginya IP Public itu seperti kamu punya nomer telepon rumah atau nomer HP yang bisa ditelepon langsung oleh semua orang. alamat-alamat ini telah ditetapkan oleh InterNIC dan berisi beberapa buah network identifier yang telah dijamin unik (artinya, tidak ada dua host yang menggunakan alamat yang sama) jika jaringan tersebut telah terhubung ke Internet. Sedangkan IP Private adalah IP yang biasanya digunakan dalam jaringan yang tidak terhubung ke internet atau bisa juga terhubung ke internet tapi melalui NAT. Analoginya IP private itu telepon lokal dalam kantor/hotel yang bisa buat telepon-teleponan gratis dalam satu gedung.
3. Perbedaan IPv4 dan IPv6 serta IP Dinamis dan IP Statis
IPv4 adalah alamat IP yang paling umum digunakan, dengan panjang 32-bit dan empat bagian (oktet) yang dipisahkan oleh titik. Nilai setiap oktet berkisar dari 0 – 255. Kepanjangan IPv4 yaitu Internet Protocol version 4. Sedangkan IPv6 adalah versi IP address yang lebih baru dari IPv4, dimaksudkan untuk menggantikan IPv4 karena variasi IPv4 yang kini mulai terbatas. Kalau IPv4 memiliki panjang 32 bit, panjang IPv6 mencapai 128 bit. Artinya, ada sekitar 340 undecillion (angka di belakang digit pertamanya ada 66!) alamat IPv6 yang berbeda. IPv6 ditulis dalam rangkaian digit heksadesimal 16 bit dan huruf, dipisahkan oleh titik dua.
Dynamic IP atau Alamat IP dinamis adalah IP yang sifatnya berubah-ubah, yang diberikan oleh penyedia layanan internet kepada pelanggannya. Alamat ini biasanya digunakan karena alasan keamanan. Sifatnya yang berubah-ubah dimaksudkan untuk mempersulit para hacker mengakses antarmuka jaringan. Sedangkan Static IP adalah kebalikan dari jenis IP dinamis, dengan rangkaian angka yang tetap dan tidak berganti-ganti. Jenis protokol ini akan tetap sama, kecuali ada perubahan pada administrasi jaringan. Pengguna akhir umumnya tidak memerlukan alamat ini. Namun, jenis IP ini diperlukan untuk perangkat yang memerlukan akses tetap, atau jika Anda sering terhubung ke jaringan pribadi. Contohnya, perangkat seperti printer bersama harus memiliki static IP agar orang-orang di kantor bisa terhubung dengan mudah untuk menggunakannya.
4. IP Address Class
Alamat IP terdiri dari network Id dan host Id. Network Id adalah alamat suatu jaringan dan Host Id adalah alamat komputer dalam jaringan tersebut. Berikut kelas IP address versi 4:
- Kelas A; 8 bit pertama (0 - 127) adalah network Id, dan 24 bit selanjutnya (128 - 191) adalah host Id.
- Kelas B; 16 bit pertama (0 - 128) adalah network Id, dan 16 bit selanjutnya (128 - 191) adalah host Id.
- Kelas C, 24 bit pertama (0 - 191) adalah network Id, dan 8 bit selanjutnya (192 - 223) adalah host Id.
- Kelas D, kelas ini menggunakan prosedur multi-casting, IP yang bisa digunakan adalah 224.0.0.0 – 239.255.255.255.
- Kelas E, kelas ini memiliki interval dari 240.0.0.0 – 254.255.255.255.
5. Subnet Mask
Subnet Mask à terdiri dari empat byte (32 bit) dan ditulis dalam notasi yang sama dengan IP address. Biasanya ini adalah 255.255.255.0. Agar TCP / IP berfungsi, Anda membutuhkan subnet mask. Subnet mask melengkapi IP address dan dengan menerapkannya ke IP address dan menentukan subnet milik IP. IP address memiliki dua komponen, network address, dan host address. Subnetting selanjutnya membagi bagian host dari IP address menjadi subnet dan host address jika subnetwork tambahan diperlukan. Akibatnya, ini menutupi IP address dan membagi IP address menjadi network address dan host address.
6. CIDR/Prefix
CIDR (Classless Inter Domain Routing) adalah suatu jenis pembagian IP address alternative yang menghindari cara pembagian IP address tradisional mengunakan klas A, B dan C. CIDR memakai jaringan prefix dengan panjang tertentu. Jaringan prefix ini menentukan jumlah bit sebelah kiri yang digunakan sebagai jaringan ID. Contoh dari penulisan dari jaringan previx adalah /18 dibelakang IP address. Contoh : 202.168.0.1 /18.
7. Apa yang dimaksud Network Adress, Host Adress, Network Id, Broadcast Id, Subnetwork, Host Id
- Network Address à Address yang digunakan untuk mengenali suatu network pada jaringan Internet. Misalkan untuk host dengan IP Address kelas B 192.168.9.35. Tanpa memakai subnet (akan diterangkan kemudian), networkaddress dari host ini adalah 192.168.0.0.
- Host address à (alamat host) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat host di dalam jaringan.
- Network Id à (alamat jaringan) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada.
- Broadcast Id à suatu alamat yang isinya bit 1 semua, bisa memberi alamat pada semua terminal yang berhubungan dengan jaringan tersebut.
- Subnetwork à pembagian logis dari suatu jaringan IP. Praktik membagi jaringan menjadi dua atau lebih jaringan disebut subnetting.
- Host id à digunakan untuk menunjuk workstation,server,router, dan semua host TCP/IP lainnya dalam jaringan tersebut.
8. Ubah ke IP Address Desimal, kemudian tentukan IP Address Class nya
a. 11001100.00110011.10101010.01010101 204.51.170.85 (class C)
b. 11110000.00001111.11100011.00011100 240.15.227.28 (class E)c. 11111100.00011100.11111100.00110000 252.28.252.48 (class E)
9. Ubah ke IP Address Biner, sebutkan network address
a. 10.11.12.13 1010.1011.1100.1101
b. 120.15.20.25 1111000.1111.10100.11001c. 128.129.130.100 10000000.10000001.10000010.1100100
10. Tuliskan ke dalam bilangan biner dari Prefix /CIDR berikut
a. /12 11111111.11110000.00000000.00000000 (255.240.0.0)
b. /18 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0)
c. /26 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192)



